Rabu, 23 Januari 2013

Hal yang menjengkelkan dari Bikers


Banyak hal yang menjengkelkan dari dunia bikers, entah itu dari cara berkendara atau kendaraan yang di pakai oleh bikers itu sendiri. Terkadang perilaku mereka cuma mengikuti trend saat ini. Seperti merubah komponen asli motor dengan variasi, tapi herannya meskipun pihak kepolisian Jember sering menertipkan para bikers nakal ini. Mereka biasanya cuma bisa cengengesan, dasar gak punya malu.

Ini contoh hal apa saja yang perilaku bikers yang sering menjengkelkan.?????

1. Memakai knalpot berisik / brong
Entah apa maksudnya mereka mengganti knalpot berisik atau brong, padahal knalpot bawaan motor sudah di rancang oleh pabrikan sesuai dengan kondisi mesin motor itu sendiri. Terkadang mereka dengan bangganya membleyer motornya yang berisik. Menurut saya waktunya pihak pabrikan merancang motor dengan posisi knalpot dekat dengan telinga pengendaranya. Agar mereka bisa merasakan bagaimana sakitnya telinga terkena bunyi knalpot mereka.

2. Lampu belakang memakai mika putih
Ini lagi kelakuan yang sangat menjengkelkan dan egois banget, mata pengendara yang tepat di belakangnya di buat sepet. Bayangkan bohlam lampu belakang memang cuma 5 watt, tetapi pada saat kondisi motor di rem lampu rem akan menyala dengan daya 25 watt. Khan jika di tambahkan 5 watt (lampu belakang) dan 25 watt (lampu rem) menjadi 30 watt, lebih terang dari lampu utama dong. Untuk bapak polisi yang menemui motor seperti ini untuk memberi shock terapy,coba suruh pengendara motor itu melotot tepat di depan lampu belakang dan tekan pedal rem selama 5 menit.

3. Motor berjalan pelan di posisi tengah
Biasanya ini di lakukan para ABG yang di mabuk cinta, mereka menganggap jalanan cuma milik mereka berdua, yang lain numpang. Jika ingin bawa motor pelan, mbokyao di sebelah pinggir saja atau berhenti sekalian jika ingin pacaran. Terkadang juga sampai motor oleng ke kanan ke kiri sambil bersenda gurau, apa tidak membahayakan bagi pengendara lain.????

4. Berjalan beriringan sambil mengobrol
Yang saya ketahui selama ini selain di lakukan anak - anak yang baru pulang sekolah, hal ini juga di lakukan oleh karyawan kantor yang baru pulang kerja. Jika ingin ngobrol ya jangan di jalanan mas bro, jika ingin ngobrol sebaiknya di rumah saja.

5. Keluar dari gang langsung slonong boy
Entah terburu - buru atau sudah kebiasaan, bikers jenis ini selalu membahayakan bagi pengguna jalan lain. Tampa memperhatikan ada kendaraan lain pada jalur utama, mereka seenaknya saja nyelonong memotong jalur pengendara lain.

MEMBACA KARAKTER BIKERS LEWAT MOTORNYA


WARNING !!!!! untuk para orang tua yang mempunyai anak perawan jangan biarkan anak Bapak / Ibu mempunyai pacar yang motornya dengan ciri- ciri sebagai berikut :

1. Lampu belakang pakai mika bening / putih
Orangnya selalu ingin bergaya tetapi Over acting, tanpa memikirkan pengendara lain yang berada di belakangnya. Orangnya NORAK banget, masak lampu rem warnanya putih, boleh saja pakai mika bening asal bohlamnya warna merah.

Orang macam ini biasanya EGOIS banget, biasanya anak pertama alias tertua. Atau bisa jadi anak tunggal, yang segala permintaanya selalu di turuti orang tuanya. Akhirnya kebiasaan di rumah terbawa di motor, dia anggap semua pengendara di jalan seperti orang – orang di rumahnya.


2. Tidak pakai SPION
Yang ini orangnya serba simpel, praktis dan tidak mau ribet, lalu lintas macet tidak ada halangan bagi dia tetap di terobos alias selonong boy.Kalau mau pindah jalur selalu tengok kiri-kanan dan belakang terlebih dahulu. Jeleknya, bikers seperti ini tergolong egois dan masa bodoh. Atau memang bodoh betulan, ya ?.

Bikers seperti ini biasanya jarang dandan. Mungkin risih di depan cermin hahaha…..Coba di perhatikan pasti pakaiannya amburadul, mukanya kusut, rambut acak-acakan ah…. kayak lagunya cucu cahyati aja. Biasanya dia bukan anak sulung atau anak bungsu ditengah saudara-saudaranya. Apa susahnya pasang spion, beli motor aja kuat masak beli spion gak kuat.


3. Pakai Knalpot modif yang berisik
Bikers ini rata – rata budek alias tuli. Oranya cuek, cengengesan, pecicilan juga pembual. Tapi dia jago merayu wanita dan agak kampungan.

Orang kayak begini pantasnya jadi temanya tarzan di hutan. Dia tidak penah memikirkan penderitaan orang akibat suara knalpotnya yang memekakkan telinga. Mungkin perkiraan dia, orang di sekitar menikmati suara knalpotnya.

Senangnya memutar musik keras - keras. Tanpa memikirkan tetangga disekitarnya.


4. Pakai Knalpot menghadap keatas
Bikers seperti ini biasanya sok USIL. Tukang bikin kotor muka orang. Dia anggap semua orang kegerahan dan butuh kipas angin, sehingga dia mengarahkan knalpotnya ke muka pengendara lain yang ada di belakangnya.

Bikers seperti ini biasanya tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Dia selalu mencemari lingkungan sekitar dengan asap knalpotnya. Dia juga biasanya jadi biang kerok dalam keluarganya dan senang mengeruk keuntungan dari teman dan pacar.


5. Tidak pakai HELM
Bikers jenis ini biasanya tebal muka, di tambah terkena debu jalanan. Makintebal aja tuh muka. Selalu melanggar lalu lintas dan suka kalau di tilang sama polisi.

Bikers seperti ini tidak layak untuk di jadikan pacar. Dia tidak sayang sama diri sendiri apalagi sama pacar. Orangnya suka pamer dan percaya dirinya tinggi, seakan – akan dia orang paling ganteng di dunia sehingga wajahnya tidak mau ditutupi helm. TILANG AJA PAK POLISI.


6. Nggak punya SIM
Setiap hari kerjanya naik motor, tapi gak punya SIM. Bikers kayak gini biasanya jago ngutang tapi ogah bayar. Atau mau nikah nggak punya modal. Tapi nekat aja bawa anaknya orang. Kalau tidak percaya coba ditanyakan pada ibu kantin sekolah/ kantor pasti utangnya numpuk

Alasan kenapa gak bikin SIM, Pasti jawabanya RIBET dan MAHAL . Padahal buat SIM baru, tidak ribet tinggal daftar lalu ikut ujian teori sekitar 30 menit kalau lulus di lanjutkan ujian praktek sekitar 15 menit lama karena menunggu antrian, lalu tinggal foto deh, jadi SIM-nya. Dibilang MAHAL tidak juga karena di Jember pembuatan SIM baru berkisar Rp 87.500,-. Coba hitung kalau di bagi selama 5 tahun.

Murah khan!!!!!.

Senin, 22 Oktober 2012

Kewajiban Para Mahasiswa (tugas)


MAHASISWA sebagai kaum intelektual yang berdasarkan keilmuannya harus melihat segala kemungkinan yang terjadi dari penyelenggaraan negara di semua bidang. Logis kalau dari mahasiswa ada tawaran solusi terhadap penyelenggaraan negara berdasarkan kompetensinya sebagai komunitas intelektual atas dasar kepeduliannya terhadap kondisi.
Dari komunitas ini, semestinya, kita memiliki agent of control yang mumpuni dengan jumlah kuantitatif mahasiswa Indonesia hari ini. Mahasiswa sebagai kaum muda yang dengan berjalannya waktu suatu saat nanti memimpin nakhoda pemerintahan, sebagian besar (untuk mengatakan tidak semua) telah terwarnai sangat pekat dengan obsesi pribadi dan menghilangkan kepekaannya terhadap kepentingan berbangsa dan bernegara.
Sumber daya masa depan ini hanya menjadi ancaman, karena menambah besar jumlah pengangguran. Dan, bukan mencari atau menjadi solusi bangsanya akibat sikap acuh terhadap permasalahan yang bersifat makro.
Kepedulian mahasiswa yang sudah menjadi hal yang langka, ketika sebagian mahasiswa hanya mampu kritis terhadap elite politik dan sebagian besar lainnya hanya diam. Dengan keilmuan terapan yang dimiliki tidak banyak mahasiswa yang mau terjun langsung ke tengah masyarakat memberikan solusi kemasyarakatan pada tataran objek bangsa ini yaitu rakyat, mulai dari tawaran perbaikan taraf kemampuan hidup atau mencerdaskan kehidupan bernegara.
Dengan fakta hari ini, mahasiswa sudah  terdiaspora dalam berbagai kepentingan politik pragmatis dan sedikit yang ideologis. Pragmatisme menjadi determinasi di berbagai level pergerakan tidak terkecuali mahasiswa sehingga rakyat kecil yang selama ini hanya menjadi penanggung penderitaan bangsa ini semakin teracuhkan.
Betapa sejarah membuktikan kekuatan agent of control ini mampu memberikan sumbangsihnya pada perbaikan keadaan-keadaan bangsa yang sangat memprihatinkan. Tapi tidak hari ini ketika mahasiswa hanya berpikir egosentris terhadap kepentingan pribadinya. Sebuah sistem yang sama tapi lebih mengerikan dibandingkan NKK/BKK, harapan agar mahasiswa tidak usil dengan gerakan tikus bangsa ini.
Ini dapat dibuktikan, hari ini mahasiswa tidak memiliki kekuatan apapun untuk perbaikan negara. Dipenuhi dengan generasi yang pesimistis, miskin kreativitas, dan solusi. Mahasiswa telah terkebiri dengan cara pandang dan ketidakpeduliannya.

Penulis pernah mendapatkan dan mendengar info tentang kehidupan dan kewajiban mahasiswa, setidaknya ada tiga peranan mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh mahasiswa. 

1. Creator of Change

Selama ini kita mendengar bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen perubahan seperti kutipan sebelumnya. Penulis mengatakan itu tidaklah benar, mengapa? Karena dalam defininya kata ”agen” hanya merujuk bahwa mahasiswa hanyalah sebagai pembantu atau bahkan hanya menjadi objek perubahan, bukan sebagai pencetus perubahan. Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti partai politik, ormas, dan lainnya. Melihat dari kata ”pencetus”, mahasiswa seharusnya dapat bergerak independen, sesuai dengan idealisme mereka.

Hal ini dapat lihat, ketika kondisi bangsa ini sekarang tidaklah ideal, banyak sekali permasalahan bangsa yang ada, mulai dari korupsi, penggusuran, ketidakadilan, dan lain sebagainya. Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal. Lalu, apa yang menjadi alasan untuk berubah? Secara substansial, perubahan merupakan harga mutlak, setiap kebudayaan dan kondisi pasti mengalami perubahan walaupun keadaanya tetap diam –sudah menjadi hukum alam. Sejarah telah membuktikan, bahwa perubahan besar terjadi di tangan generasi muda mulai dari zaman nabi, kolonialisme, reformasi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi agen perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik.

2. Iron Stock

Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan ketangguhan idealismenya akan menjadi pengganti generasi-generasi sebelumnya, tentu dengan kemampuan dan akhlak mulia. Dapat dikatakan, bahwa mahasiswa adalah aset, cadangan, dan harapan bangsa masa depan. Peran organisasi kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa, kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik tentu akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan. Pasti timbul pertanyaan, bagaimana cara mempersiapkan mahasiswa agar menjadi calon pemimpin yang siap pakai? Tentu jawabannya adalah dengan memperkaya pengetahuan yang ada terhadap masyarakatnya. Selain itu, mempelajari berbagai kesalahan yang ada pada generasi sebelumnya juga diperlukan sehingga menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan diri.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik bagi saya, mengapa bernama iron stock? Bukan golden atau silver stock? Hal ini masuk akal, karena sifat besi itu sendiri yang berkarat dalam jangka waktu lama, sehingga diperlukan pengganti besi-besi sebelumnya. Filosofi ini dapat dibenarkan, karena manusia yang disimbolkan sebagai besi tentu akan mati dan kehilangan tenaganya, maka dari itu dibutuhkan generasi manusia baru sebagai pengganti yang lebih baik.

3. Social Control

Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Mengapa harus menjadi social control? Kita semua tahu, bahwa mahasiswa itu sendiri lahir dari rahim rakyat, dan sudah seyogyanya mahasiswa memiliki peran sosial, peran yang menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat.

Saat ini di Indonesia, masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. Usut punya usut, pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbar-umbar dalam kampanye mereka. Kasus hukum, korupsi, dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara. Inilah potret mengapa mahasiswa yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya. Lalu bagaimana cara agar mahasiswa dapat berperan sebagai kontrol sosial? Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa sosial yang peduli pada keadaan rakyat yang mengalami penderitaan, ketidakadilan, dan ketertindasan. Kontrol sosial dapat dilakukan ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang merugikan rakyat, maka dari itu mahasiswa bergerak sebagai perwujudan kepedulian terhadap rakyat.

Pergerakan mahasiswa bukan hanya sekedar turun ke jalan saja, melainkan harus lebih substansial lagi yaitu diskusi, kajian dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, sifat peduli terhadap rakyat juga dapat ditunjukkan ketika mahasiswa dapat memberikan bantuan baik secara moril dan materil bagi siapa saja yang membutuhkannya.

Sekian informasi dari penulis, dan penulis beterima kasih kepada penulis blog lain yang data - data nya saya kumpulkan daam blog ini untuk tugas.